Usaha Keluarga, Berkah Tak Terkira

Wirausaha merupakan kegiatan mandiri yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan cara membuka usaha baik berupa barang ataupun jasa. Pengertian tersebut terasa lebih rumit daripada makna yang terkandung di dalamnya. Bagaimanapun, wirausaha itu sendiri bukan hal yang asing di telinga kita. Banyak orang yang menggeluti bidang ini sesuai dengan minat yang mereka punya. Bahkan banyak di antara mereka yang memang ahli dibidangnya. Tak jarang juga wirausahawan pemula berniat mencoba untuk melakoninya. Terlebih lagi bagi mereka yang sudah lama terjun dan sukses dalam usahanya. Pak Sarjono misalnya, seorang ayah dari tiga orang anak yang berusaha berwirausaha untuk menafkahi keluarga.

Ditemui di kediamannya di Desa Yagan Rt 02 Rw 02 Krajan Glatak, Sukoharjo. Pak Sarjono menuturkan sempat jatuh bangun dalam berwirausaha. Sebelum menjalankan usaha aqiqah ini, beliau pernah berwirausaha di beberapa bidang dari pengolahan burung dara hingga pengolahan tahu, dan dua kali pula gulung tikar. Tidak mudah untuk bertahan, tetapi kerja keras harus di upayakan untuk mendapatkan keberhasilan.

Dengan semakin sulitnya keadaan pak Sarjono memutar otak, bagaimana caranya memenuhi kebutuhan keluarga, atau paling tidak asap dapur tetap mengepul. Tidak tinggal diam sampai di situ, tahun 2004 pak Sarjono mengajak keluarganya bangkit dengan usaha barunya. Hingga mendapatkan ide untuk mendirikan usaha aqiqah. Ide tersebut bermula saat pak Sarjono menyadari bahwa dirinya memiliki peluang berwirausaha aqiqah di wilayah pedesaan dengan harga yang terjangkau. Hal itu berbanding terbalik dengan pemikiran masyarakat sekitar bahwa jasa aqiqah adalah suatu hal yang mahal. Ide untuk membangun usaha aqiqah sangat tepat melihat pasaran dan peluang yang ada. Akhirnya terbentuklah usaha jasa Aqiqah Adha yang diambil dari nama tengah anak kedua pak Sarjono dan istri, Ibu Sri Hartati.

Selain murah dengan hanya modal Rp 750.000,- sudah bisa mendapatkan fasilitas di Aqiqah Adha. Pengerjaan usaha Aqiqah Adha ini terbilang unik. Berbeda dengan usaha aqiqah lain, Aqiqah Adha cenderung memberdayakan keluarga dan masyarakat sekitar. Mulai dari perawatan ternak, penyembelihan, pengolahan hingga pengiriman ketempat pemesan, tutur beliau. Bahkan, pak Sarjono mengatakan bahwa anak pertamanya yang duduk dibangku kelas 1 SMA sudah mampu menguliti sendiri kambing yang disembelih. Sedangkan untuk pemberian pakan, pak Sarjono memilih pakan berupa rumput yang didapatkan dari memberdayakan warga sekitar. Pak Sarjono menghargai rumput yang dikumpulkan dari warga sejumlah Rp 10.000,- per karung. Hal inilah yang membuat usaha Aqiqah Adha istimewa. Selain menguntungkan, Aqiqah Adha juga memberdayakan dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

Selain berupa keuntungan materi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak keuntungan lain yang Pak Sarjono dan keluarga peroleh. Salah satunya adalah mendapatkan teman baru dari segala penjuru wilayah serta koneksi dengan lembaga-lembaga swasta yang ada di Solo Raya. "Senang rasanya punya banyak teman baru" tutur beliau kepada kami. Pak Sarjono juga merasa lega setelah melihat usaha yang didirikannya bersama keluarga dapat memberikan dampak positif bahkan pemasukan tambahan bagi warga sekitar didesanya. Tidak hanya sekedar itu, Usaha yang sudah berdiri sejak tahun 2004 itu tentunya tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya bantuan dari BMT Amanah Ummah. Berkat bantuan dana dan fasilitas yang memudahkan, BMT Amanah Ummah dapat memperlancar sekaligus memajukan usaha Aqiqah Adha yang sekarang minimal menyembelih 70 kambing per bulan.

Banyak usaha yang dapat dibangun dan dirintis oleh seorang calon wirausahawan. Namun, di luar kemampuan ekonomis, calon wirausahawan diharapkan dapat memperhitungkan minat diri, peluang, serta kebermanfaatan usaha yang dijalankan untuk orang lain. Semoga akan ada pak Sarjono dan pak Sarjono lainnya kelak. (Lutfi-AUM)